Tutorial ini merupakan lanjutan dari tutorial sebelumnya: Membuat Aplikasi Input Data Sederhana Dengan PHP, sehingga database yang digunakan adalah database dalam tutorial sebelumnya. Jadi, untuk dapat mengikuti tutorial kali ini, anda harus mengikuti tutorial sebelumnya terlebih dahulu.
Berikut saya tampilkan kembali struktur database dari tutorial sebelumnya.
| FIELDNAME | DATATYPE |
|---|---|
| user_id | int(4), PRIMARY, AUTO INCREMENT |
| username | varchar(20) |
| password | varchar(255) |
| varchar(100) | |
| fullname | varchar(100) |
| agama | varchar(15) |
| no_hp | bigint(14) |
Langkah 1 – Form Login
Buat form login dengan mengetikkan kode berikut. Kemudian simpan pada folder yang sama dengan tutorial sebelumnya (folder belajar) dengan namalogin.php.
Untuk melihat halaman login ini, bukalah
http://localhost/belajar/login.php pada browser.Langkah 2 – Otentikasi Login
Setelah membuat form login, kita harus membuat sebuah file untuk memproses data login yang dimasukkan user apakah valid atau tidak. Ketikkan kode berikut dan simpan dengan nama otentikasi.php.
Kode diatas akan melakukan pengecekan terhadap inputan user yang berupa username dan password apakah username dan password terdaftar atau tidak dalam database. Penjelasan kode program sudah saya sertakan dalam baris-baris komentar pada kode program tersebut.
Sampai disini, sistem login sudah dapat digunakan. Cobalah buka halaman login dengan membuka
http://localhost/belajar/login.php pada browser. Kemudian masukkan username dan password yang sudah dibuat pada tutorial sebelumnya. Coba juga untuk memasukkan berbagai kondisi yang berbeda seperti memasukkan username dan password yang salah, mengosongkan field username ataupun password, ataupun mengosongkan keduanya untuk menguji sistem otentikasi yang dibuat.
Sistem login memang sudah berhasil, namun jika hanya sampai tahap ini saja maka fungsi login belum berfungsi maksimal karena user masih dapat masuk kedalam aplikasi tanpa harus login terlebih dahulu. Cobalah buka
http://localhost/belajar/. Halaman tersebut masih dapat diakses tanpa harus login terlebih dahulu karena kita belum membuat otentikasi pada setiap halaman apakah user harus login terlebih dahulu atau tidak untuk mendapat akses ke setiap halaman.Langkah 3 – Otentikasi pada file-file lain
Agar setiap halaman hanya dapat diakses setelah login, kita perlu menambahkan beberapa baris kode pada file otentikasi.php seperti berikut.
Untuk dapat membuat otentikasi pada setiap halaman, kita menggunakan session untuk menyimpan data username dari user yang telah login.
session_start() digunakan untuk membuat session baru (jika session belum dibuat) ataupun melanjutkan session (jika session sudah dibuat sebelumnya). Kemudian data username disimpan dalam session ini dengan menggunakan perintah $_session['username'] = $username yang berarti menyimpan data username kedalam session dengan nama session adalah username. Selanjutnya, data session inilah yang akan selalu kita gunakan untuk men-cek apakah user sudah login atau belum.
Untuk melakukan pengencekan, buat dokumen baru dan ketikkan kode berikut. Kemudian simpan dengan nama cek-login.php.
Kemudian kita harus meng-include kan file cek-login.php ini pada file-file yang hanya boleh diakses setelah user login (index.php, edit.php, dan view.php).
Cobalah buka halaman index.php, edit.php, dan view.php pada browser. Jika anda belum login, maka anda akan secara otomatis dialihkan ke halaman login. Setelah login, cobalah untuk membuka halaman login.php. Masih dapat dibuka? Meskipun anda sudah login? Ya, kita belum membuat pengecekan login pada halaman login itu sendiri.
Tambahkan kode berikut pada file login.php.
Sekarang cobalah buka halaman login.php. Jika anda sudah login, maka anda akan dialihkan ke halaman index.php.
Langkah 4 – Logout
Sekarang kita buat file untuk logout. Karena kita menggunakan session untuk menyimpan variabel yang digunakan dalam validasi login, maka untuk logout, kita cukup menghapus session yang digunakan. Ketikkan kode berikut dan simpan dengan nama logout.php.
Kemudian buat link ke file logout.php pada halaman index.php.
Sekarang, sistem login sudah selesai dibuat. Cobalah untuk login dan logout dengan mencoba-coba berbagai kombinasi username  dan password.
Kesimpulan
Dasar pembuatan sistem login adalah dengan menggunakan session untuk menyimpan data login yang kemudian variabel session inilah yang kita gunakan dalam pengecekan apakah user sudah login ataupun belum. Aplikasi ini hanyalah contoh sederhana penggunaan sistem login. Dalam aplikasi yang lebih kompleks, akan lebih banyak lagi pengecekan yang digunakan. Semoga bermanfaat dan jangan lupa isi komentar ya ^_^.

0 comments:
Post a Comment